Monday, June 3, 2013

Kapan saat yang tepat untuk menikah ?

Artikel ke 75. Sedikit Saran, Indonesia, Jakarta, 3 Juni 2013

10 tahun yang silam, penulis menanyakan hal ini pada seorang rekan yang kebetulan orang Indonesia tapi besar di luar negeri menjawabnya: "nanti kalau sudah mapan !", kembali penulis bertanya: "apa tanda-tanda nya mapan ?", jawab rekan penulis: "sudah punya rumah sendiri dan mobil buatan eropa.". Waduh..mendadak kusut wajah penulis saat itu. Penulis tidak menyalahkan, juga tidak membenarkan jawaban dari rekan tadi. Mungkin itulah prinsip yang di ajarkan oleh orang tua atau masyarakat di sekitarnya. Kalau penulis ikuti saran rekan yang tadi, sampai hari ini mungkin penulis masih seorang "jomblo", atau mungkin penulis buat jalan pintas dengan membeli mobil eropa 2nd, hehehehe, karena sampai hari inipun penulis belum punya mobil buatan eropa, ada yang minat memberikan hibah ?

Sejuta solusi untuk usaha anda ada di HanyaIndonesia.com.

Kapan saat yang tepat untuk menikah ? Tidak ada definisi atau jawaban yang mutlak benar untuk diberikan kepada sang penanya. Menurut penulis saat yang tepat untuk menikah adalah saat pasangan sudah menyatakan siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, dan saat ke 2 orang tua dari pasangan masing-masing sudah memberikan restu. Kenapa ? Kok begitu ? Apa maksudnya ? Menikah tidak untuk setahun atau dua tahun, pernikahan yang di impikan adalah 1 kali untuk seumur hidup, dan hal ini perlu komitmen bukan hanya dari 1 pihak, tapi dari ke 2 pihak. Pernikahan bukan hanya sekedar pesta sehari menjadi pasangan raja dan ratu, tapi menjadi momen untuk saling mengikat satu dengan lainnya, momen untuk saling melengkapi satu dengan lainnya, momen untuk saling membahagiakan satu dengan lainnya dan momen untuk membangun sebuah keluarga yang baru hingga akhir waktu.

Video Musik dari Youtube.com. From this moment on, Oleh: Shania Twain

Kenapa harus menunggu restu dari ke 2 orang tua masing-masing ? Kan yang menikah anaknya, bukan orang tua nya ? Restu dari orang tua bukan sekedar perkataan, restu dari orang tua adalah doa yang tulus dari orang tua kepada Tuhan agar anak-anak nya mendapatkan pasangan yang terbaik dan dijaga saat mandiri dan jauh dari orang tua. Pernikahan di Indonesia, sepertinya tidak hanya menyatukan 2 anak manusia, bukan hanya menyatukan seorang pria dengan seorang wanita, tapi menyatukan 2 keluarga besar dari masing-masing pasangan. Pada saat menikah, ikrar ikatan cinta dinyatakan dan disaksikan oleh semua keluarga besar dan undangan. Sekali lagi penulis ingatkan, restu dari orang tua adalah sangat penting. Sejak bayi, remaja, menjadi pemuda dan pemudi semua biaya dan keputusan merupakan tanggung-jawab ke 2 orang tua. Seorang ibu dan seorang ayah membesarkan dengan segenap hati dan segenap tenaga. Banyak keringat dan lelah diberikan untuk anak-anaknya, banyak doa dan harapan terbaik di panjatkan untuk kebaikan anak-anaknya. Hal-hal tadi adalah alasan restu orang tua sangat penting. Bukan bermaksud untuk "kolot" atau "kuno", tapi inilah prinsip yang bisa penulis bagikan. Anda mau mendapat restu dan berkat dari orang tua atau sebaliknya ?

Setelah 2 hal diatas sudah didapat, mulailah persiapan lainnya. Persiapan pernikahan mungkin benar bisa dilakukan berdua saja, tapi pelaksanaan pesta pernikahan tidak bisa dilakukan hanya berdua, banyak hal yang perlu di rencanakan, seperti:
Sedikit saran ini tidak bermaksud untuk menggurui, seperti judul blog ini, hanya sedikit saran, bukan hal mutlak untuk di ikuti. Semoga membantu rekan-rekan sekalian yang sedang menyiapkan langkah-langkah besar dan penting dalam salah satu tahap yaitu pernikahan.



Saran lainnya:
Saran Sebelumnya:
Saran berikutnya:
Jangan lupa untuk berbagi / share artikel ini, terimakasih atas kunjungan rekan-rekan semua.

No comments:

Post a Comment